Breaking News

Dinas Pendidikan Kediri Launching Progam Kediri Sat-Set.

 



Kediri, Pena Nasional News.co.id - Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri terus berupaya merealisasikan program pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Salah satu upaca yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri dengan menggelar talkshow parenting dan sekolah inklusi.

Talkshow ini berlokasi di Royal Ballroom Lotus Garden Hotel Kediri, dan diikuti seluruh guru bimbingan konseling Satuan Pendidikan SMP se-Kabupaten Kediri (17/11).

Talkshow menghadirkan dua narasumber. Pertama ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto sebagai narasumber pendidikan inklusi. Kemudian pelatih pendidikan keluarga, Samrotul Ilmi dari Yayasan Keluarga Kita Berdaya.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Nur Miftahul Fuad menjelaskan, digelarnya program talkshow merupakan aksi tindak lanjut dari program yang dicanangkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Yaitu memberi pelayanan prioritas kepada masyarakat disabilitas. Terlebih, pelayanan pada lini pendidikan.

“Ini adalah PR kita bersama. Kami siap memberi dukungan penuh kepada guru BK sebagai garda terdepan mengasuh dan mendidik anak berkebutuhan khusus (ABK),” ungkap Fuad.

Menyikapi hal ini, Dinas Pendidikan me-launching program Kabupaten Kediri Siap Mengimplementasikan Sekolah Inklusi Terpadu (Kadiri Sat-Set). Program tersebut berhasil menetapkan ratusan sekolah formal yang siap menampung siswa ABK.

Satuan pendidikan meliputi SD dan SMP baik negeri ataupun swasta. Tercatat, ada 110 SD dan 26 SMP penyelenggara sekolah inklusi di Kabupaten Kediri. “Fasilitas ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat ABK untuk bersekolah. Karena mereka tidak perlu lagi mendaftar ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang mungkin jaraknya jauh dari rumah,” jelasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto mengungkapkan, mengutip data Dinas Sosial, warga Kabupaten Kediri yang berkebutuhan khusus tercatat mencapai 4000 lebih.

Untuk itu, DPRD Kabupaten Kediri sudah membuat naskah akademik terkait Raperda Difabel. Di dalamnya membahas tentang anak berkebutuhan khusus (ABK). Mulai dari, sarana prasarana dan SDM. Nantinya naskah akan ditindaklanjuti menjadi Peraturan Daerah (Perda) bagi penyandang difabel. “Pelayanan ini harus juga ditunjang oleh semua elemen. pemerintah, tenaga pendidik, orang tua bahkan masyarakat sekitar. Bersinergi bersama agar tercipta iklim lingkungan yang ramah peyandang difabel atau ABK,” tutur Dodi. 

(Red)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News