Breaking News

Polisi Selidiki Kasus Penculikan Ibu dan Anak Di Bogor



 Bogor pnn.co.id - Seorang perempuan beserta anaknya dikabarkan hilang usai naik taksi online di Bogor, Jawa Barat. Polisi turun tangan menyelidiki kasus ini.

"Iya (ada kabar tersebut) sekarang masih pemeriksaan," ujar Kapolsek Babakan Madang Kompol Wahyu Maduransyah ketika dihubungi, Jumat (6/1/2023).

Wahyu menuturkan suami dari korban, W, telah melapor ke polisi. Namun, laporan tersebut hanya secara lisan. Meski begitu, polisi masih melakukan pendalaman.

"Kami masih melakukan investigasi lebih dalam apa ini benar-benar diculik atau seperti apa, atau ada urusan rumah tangga, saya masih mau klarifikasi dulu terkait mbaknya (korban)," jelas Wahyu.

Saat ini, korban sudah berada di kantor polisi. Proses pemeriksaan membutuhkan waktu karena korban, tambah Wahyu, belum mau banyak bicara.

"Beliau (korban) masih diam ya ibaratnya, kami butuh waktu," kata Wahyu.

"Kondisi korban berserta anaknya dalam keadaan sehat," lanjutnya.

Terkait kabar suami korban diperas, Wahyu menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kita mau memastikan itu (ada pemerasan atau tidak), itu kan satu kesatuan, apa benar diculik, apa indikasi rekayasa diculik, semua kemungkinan bisa terjadi," tegas Wahyu.

Narasi mengenai hilangnya istri W dan anakanya ini heboh di media sosial. Peristiwa itu bermula ketika istri W, yakni Y memesan taksi online dari wilayah Paledang, Bogor, menuju Babakan Madang pada Rabu (4/1) sekitar pukul 20.30 WIB. Y turut membawa bayinya yang masih berusia 10 bulan.

Namun, tiba-tiba ponsel Y tidak aktif. Y dan bayinya disebut tidak pulang ke rumah.

"Lokasi terakhir dari email Google di sekitar wilayah Dramaga," narasi yang beredar di media sosial.

Suami Y, W, angkat bicara. W mengatakan istrinya tiba-tiba disekap oleh orang tak dikenal saat turun dari taksi online.

"Pengakuan istri disekap di jalan pas keluar dari G (aplikasi taksi online), disekap sama orang nggak dikenal," ujar W ketika dihubungi.

W menyebut istrinya mengaku dibius. Mulut istri W dibekap menggunakan sapu tangan.

"(Istri saya) nggak sadar. Bukan sopir (taksi online) yang melakukan," kata W.

Kemudian, W menerima pesan WhatsApp di ponselnya dari nomor tak dikenal. Pesan tersebut berisi pemerasan.

"Ke saya sempat ada pemerasan, sempat ada WA, tetapi nggak aktif lagi nomornya. Pas habis WA itu nggak aktif lagi, jadi susah dihubungi, (pelaku minta) Rp 50 juta," terang W.(Red.WF)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News