Breaking News

Mayat Perempuan Dalam Karung di Pagu Kediri Diduga kuat telah Dibunuh Ayah Kandungnya Sendiri

  

Kediri, penanasioalnews.co.id - Mayat perempuan dalam karung yang ditemukan di desa Bulupasar, kecamatan Pagu, kabupaten Kediri, telah teridentifikasi sebagai Desy Lailatul Khairiyah (20), warga desa Bangle, kecamatan Ngadiluwih, kabupaten Kediri. 


Ironisnya, keluarga korban menduga dan yakin kuat bahwa pelaku pembunuhan itu adalah ayah kandung Desy sendiri. 


Saat jurnalis media mendatangi rumah duka Desy, suasana duka masih terasa. Duka juga terlihat di wajah Sulastri (47), ibunda Desy. 


Banyak pelayat dari tetangga dan kerabat berdatangan membesarkan hati Sulastri yang terlihat sangat sedih kehilangan anak tunggalnya.


Sulastri mengaku tidak mendapatkan firasat apapun menjelang kematian putrinya dengan cara yang tragis. 


Malahan Sulastri mengaku terakhir bertemu putrinya, Rabu (5/7/2023) siang saat anaknya pulang waktu istirahat dari tempat kerjanya. 



Pada saat bersamaan, Sulastri bersama suaminya Suprapto (48) takziah ke rumah saudara di Blitar. Sulastri menginap semalam, dan suaminya balik lagi.


Keesokan harinya Kamis (6/7/2023), Sulastri dijemput lagi suaminya kembali ke rumahnya.


Namun dia tidak mendapati putrinya lagi.


Diperoleh keterangan dari suaminya bahwa Desy telah mendapatkan pekerjaan baru di daerah Kabupaten Lamongan. Malahan suaminya pamit akan mengantarkan baju ganti untuk putrinya.


Saat itulah Sulastri mengaku ragu dengan pengakuan suaminya. Karena anaknya tidak pernah bercerita mengenai rencana bekerja di Lamongan.


Selain itu suaminya yang pamit mengantar baju ganti anaknya ke Lamongan, sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya.


Belakang Sulastri mendapatkan kabar jika putrinya ditemukan meninggal terbungkus karung di Desa Bulupasar. 


Lebih shock lagi, Sulastri mencurigai pelaku utama kasus pembunuhan itu adalah Suprapto, suaminya dan ayah kandung anaknya sendiri. 


Suprapto selama ini bekerja menjadi pengantar telur keluar kota milik juragan peternak telur ayam di Kabupaten Blitar.


Sulastri berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku yang telah membunuh putrinya. "Anak saya baik dan sudah bekerja," ungkapnya.


Sementara Maryono (68), kakek korban yakin pelaku yang menghabisi putrinya adalah Suprapto menantunya sendiri. 



Kecurigaan itu karena menantu sejak Kamis (6/7/2023) menghilang sambil membawa sepeda motor sewaan yang biasa dipakai cucunya berangkat dan pulang kerja. Termasuk HP milik cucunya juga dibawa serta, Maryono menduga cucunya dihabisi ayahnya sendiri dengan cara dianiaya atau dicekik di dalam kamarnya.


"Cucu saya dianiaya di dalam kamar. Saat saya pulang pengajian kamarnya masih gelap, sepeda motor dan helm juga tidak ada," jelasnya.


Diungkapkan Maryono, menantunya memang sering mengancam cucunya saat meminta diberi uang. Jika tidak diberi uang biasanya memberikan ancaman. "Cucu saya sering cerita diancam ayahnya," ujarnya.


Maryono juga tidak habis pikir mengapa menantunya tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri. "Mungkin orangnya dendam dengan saya, karena cucunya memang sering mengadukan perlakuan ayahnya kepada saya," ungkapnya.


Sementara Bahrudin (44), paman korban yang rumahnya bersebelahan dengan rumah korban mengaku sempat mendengar suara jeritan dari rumah korban.


Suara jeritan itu didengar pada Rabu (5/7/2023) malam saat akan berangkat mengikuti pengajian. "Suaranya seperti orang menjerit-jerit," ungkapnya. (red.team)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News