Breaking News

Hari Jadi Lumajang Mengakat Tema Lomadjang Mbiyen atau Lumajang Dahulu Era 1930–1960.


 

LUMAJANG, Pena Nasional New.co.id– Salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) adalah Lomadjang Mbiyen atau Lumajang Dahulu. Kegiatan itu awalnya direncanakan pada pekan kedua Desember (9-11/12). Namun, karena saat itu masih tanggap darurat bencana erupsi APG Gunung Semeru, gelaran itu diundur hingga pekan keempat.

Hari ini, Loemadjang Mbiyen bakal dimulai. Gelaran itu bakal berlangsung selama tiga hari di kawasan Pabrik Gula (PG) Jatiroto. Menariknya, konsep kali ini mengusung Kabupaten Lumajang era tahun 1930–1960.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Yuli Harismawati mengatakan, ini kali kedua Loemadjang Mbiyen dilaksanakan setelah dua tahun pandemi. Nantinya, seluruh rangkaian gelaran itu akan merujuk pada pakaian, suasana, tempat, dan kehidupan pada tahun 1930–1960.

“Masyarakat yang hadir diharapkan mengenakan pakaian yang sesuai dengan era itu. Tapi, tidak menutup kemungkinan masyarakat bisa eksplore dalam berpakaian atau kostumnya,” katanya.

Dia menjelaskan, rencananya ada empat zona kegiatan. Yakni zona Heritage, zona Pasar Rakjat, zona Taman Hiboeran Rakjat, dan zona Djadjanan Rakjat. Keempatnya bakal berada di masing-masing titik yang sudah ditentukan. Yang pasti, seluruhnya berada di kawasan PG Jatiroto.

“Zona Heritage itu menampilkan bangunan, properti, dan aktivitas kegiatan masyarakat Lumajang pada masa lampau. Kalau zona Pasar Rakjat bakal menampilkan aktivitas atau kegiatan jual beli produk dan jajanan masyarakat di zaman itu (1930-1960, Red),” terangnya.

Selanjutnya, zona Taman Hiboeran Rakjat akan ada panggung utama. Ini menampilkan kegiatan pembukaan, hiburan kesenian, permainan tradisional rakyat, hingga stand plat sebagai wahana transportasi keliling area. Termasuk sebagai kegiatan penutupan. “Terakhir, zona Djadjanan Rakjat menampilkan kegiatan jual beli dengan diisi pedagang kaki lima untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pembagian zona tersebut untuk memudahkan masyarakat mengunjungi zona yang dituju. Sehingga, mereka akan merasakan era kehidupan Lumajang di zaman dahulu secara langsung.

Di sisi lain, kegiatan itu juga akan didukung oleh transportasi gratis dari Pemkab Lumajang. Pemkab telah menyediakan 15 armada untuk masyarakat yang akan datang ke lokasi tersebut. 

(hum.ry)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News