Breaking News

13 Pesilat Bikin Kerusuhan Di ringkus Polisi Jombang, 5 di Tetapkan Menjadi Tersangka.

  


Jombang, pnn.co.id - Polisi meringkus 13 pesilat di Jombang yang membuat onar dengan merusak bangunan, sepeda motor dan mengeroyok warga. Dari jumlah itu, 5 pesilat ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan keonaran itu bermula ketika sebuah perguruan silat menggelar pembaiatan warga baru di Mojoagung, Minggu (8/1/2023). Selesai acara tersebut, massa pesilat menggelar konvoi. Salah satunya ke Kecamatan Perak, Jombang sekitar pukul 22.00 WIB.

"Selesai acara dilaksanakan arak-arakan yang menimbulkan keonaran di masyarakat yang mengakibatkan sejumlah kejadian, yakni perusakan dan penganiayaan di Perak ada 3 TKP," kata Giadi saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Senin (9/1/2023).

Giadi menjelaskan dari hasil penyelidikan sementara, gerombolan pesilat itu merusak warung dan sepeda motor milik warga, serta mengeroyok beberapa orang. Menurut Giadi, korban pengeroyokan di Kecamatan Perak lebih dari 2 orang.

Namun, pihaknya terus menyelidiki berbagai kerusakan yang ditimbulkan para oknum pesilat tersebut. Sebab baru hari ini para korban diperiksa di Satreskrim Polres Jombang. Untuk sementara, baru 13 pesilat yang ditangkap. Tiga di antaranya masih anak-anak. Ketiga anak itu belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami amankan 13 orang pesilat, 5 orang kami tetapkan tersangka. Mereka sengaja menyerang karena salah satu korban hanya ngopi di TKP, bukan dari perguruan lain," terangnya.

Kelima tersangka ditahan di Rutan Polres Jombang. Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Sedangkan peran 8 pelaku lainnya masih diselidiki. Jika terbukti tidak terlibat melakukan tindak pidana, mereka akan dipulangkan.

"Jika tidak terlibat, kami panggil orang tua, pemerintah desa setempat dan kepala sekolahnya. Yang sudah dewasa kami panggil perwakilan tempat dia bekerja. Sehingga timbul tanggung jawab bersama untuk membuat Jombang kondusif," jelas Giadi.

Ia menambahkan gerombolan pesilat itu nekat konvoi dan berbuat onar sebatas untuk menunjukkan eksistensinya. Giadi menegaskan pihaknya akan menindak setiap oknum pesilat yang berbuat onar di Kota Santri.

"Apabila oknum perguruan melakukan keonaran dan tindak pidana, kami tidak segan menindak tegas terukur kepada oknum perguruan yang masih berani mengganggu keamanan Jombang. Kami tidak melarang perguruan silat," tegasnya.

Tidak hanya itu, gerombolan pesilat dari perguruan yang sama juga berbuat onar di Dusun Buduran, Desa Jogoloyo, Sumobito, Jombang, Minggu (8/1/2023) sekitar pukul 16.00 WIB. Giadi membenarkan para pelaku bagian dari acara pembaiatan warga baru di Mojoagung. Namun, pihaknya belum menangkap para pelaku.

"Yang Buduran belum kami amankan, satu rangkaian dari Mojoagung," ujarnya.

Kepala Dusun Buduran, Amin menuturkan konvoi pesilat datang dari timur atau dari arah Peterongan, Jombang. Ketika sampai di kampungnya, mereka menyerang para pemuda yang nongkrong di salah satu rumah warga. Padahal, warganya tidak melakukan provokasi apapun terhadap konvoi pesilat itu.

"Sebagian yang konvoi turun dari motor, langsung menyerang. Para pemuda lari ke rumah penduduk, dilempari pakai kayu dan batu. Tidak ada yang terluka. Kerusakan 2 genting, pagar toko dan warung dari seng," tandasnya.(red.Df)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News