Breaking News

Kasus Tragedi Kanjuruhan Dipersidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

 


Surabaya, pnn.co.id - Kasus tragedi Kanjuruhan bakal disidangkan pekan depan atau Senin (16/1/2023) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Beragam persiapan dilakukan sejumlah pihak terkait baik kejaksaan, kepolisian, mau pun pengadilan.

Kasipenkum Kejati Jatim, Fathur Rohman membenarkan hal itu. Untuk sidang perdana, pihaknya bakal tak akan menghadirkan seluruh terdakwa secara langsung di Ruang Cakra, PN Surabaya.

Fathur menegaskan sidang bakal digelar secara daring atau online. "Dalam agenda pertama saat dakwaan, sidang diadakan online," kata Fathur kepada awak media, Selasa (10/1/2023).

Meski begitu, tak menutup kemungkinan para tersangka akan dihadirkan seluruhnya. Asal, sesuai permintaan dari hakim mau pun penasihat hukum dari terdakwa.

"Kalau di sidang selanjutnya para terdakwa diminta untuk dihadirkan, bisa saja kami hadirkan. Tergantung bagaimana nanti hakim saat sidang," ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Humas PN Surabaya, Anak Agung Gede Agung Pranata. Menurut Anak Agung, sidang perdana perkara Kanjuruhan bakal digelar secara daring.

Agung memastikan pengamanan ekstra ketat bakal diberlakukan saat sidang pertama tersebut. "Iya (online), tapi tergantung (JPU, Hakim, Polisi, dan Penasihat Hukum) ada yang minta dihadirkan tidak. Kalau perlu dan harus dihadirkan, ya bisa dihadirkan," tuturnya.

Oleh karena itu, pengadilan tengah menggodok matang-matang persiapan pengamanan sidang tersebut. Mengingat, para suporter Arema dikabarkan bakal menghadiri sidang di pengadilan yang berlokasi di Jalan Arjuno, Kecamatan Sawahan, Surabaya itu.

"Kamis (12/1/2023) akan dirapatkan dan dikoordinasikan bersama sejumlah pihak terkait untuk pengamanan dan jalannya sidang," katanya.

Dua instansi penegak hukum itu pun menyepakati sidang perdana digelar secara daring. Pertimbangannya, salah satunya terkait faktor keamanan.(red.Df)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News