Breaking News

5 Olahraga Tradisional Masyarakat Jawa Timur

 

Surabaya, penanasionalnews.co.id  – Olahraga tradisional adalah permainan asli rakyat sebagai aset budaya bangsa, yang mempunyai unsur olah fisik tradisional. Permainan ini telah berkembang sejak masa lampau dan perlu dilestarikan karena mempunyai manfaat untuk meningkatkan kualitas jasmani.


Olahraga tradisional menjadi salah satu peninggalan budaya nenek moyang, yang mempunyai kemurnian dan corak tradisi setempat. Kemudian diwariskan secara turun-temurun.

Dikutip situs resmi Pemkot Malang, berikut beberapa olahraga tradisional yang masih dilestarikan masyarakat Jawa Timur.

Olahraga Tradisional Masyarakat Jawa Timur:
1. Pencak Dor

Mengutip jurnal History and Development of Pencak Dor in Kediri City karya Wasis Himawanto dkk, Pencak Dor adalah salah satu seni bela diri atau pencak silat yang lahir dari pesantren. Khususnya Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Olahraga tradisional ini tetap eksis dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Setidaknya terdapat tiga periode perkembangan pencak dor, di antaranya pada masa KH Mahrus, KH Maksum Jauhari, dan KH Zaenal Abidin.

Periode KH Mahrus dimulai sekitar tahun 1942 sampai dengan 1960-an. Di mana pada saat itu dapat dikatakan masih menjadi pencak murni yang mengutamakan seni gerak, memiliki pola tertentu atau dikenal dengan istilah kembangan. Saat itu, pencak dor dijadikan sebagai ilmu untuk berperang melawan penjajah.

Berganti ke periode KH Maksum Jauhari sekitar tahun 1960-1985. Pencak Dor semakin berkembang dan populer di kalangan masyarakat luar pesantren.

Mulanya, seni bela diri yang berasal dari kalangan santri ini berkembang ke masyarakat awam, yang tertarik mengikuti pertunjukan Pencak Dor. Pertarungan ini tidak lagi mengutamakan seni gerak atau tarian, melainkan cara menyerang dan mengalahkan lawan.

Terakhir periode KH Badrul Huda Zainal Abidin pada tahun 1985-sekarang, di mana Pencak Dor mengalami kemajuan dan perubahan. Pertarungan semakin bebas dan para peserta dapat diikuti dari berbagai latar belakang dan jenis olahraga lainnya. Pada periode ini, gaya bertarung yang digunakan semakin kompleks, seperti meninju, menendang, membanting.

2. Sepak Tekong
Sepak Tekong merupakan salah satu olahraga tradisional yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa Timur. Olahraga ini dimainkan oleh 5-10 orang, yang dilakukan di halaman luas dengan tempat persembunyian. Untuk cara bermainnya sama seperti permainan petak umpet pada umumnya.

Hanya saja permainan ini membutuhkan kaleng berukuran kecil yang diberikan pasir atau batu, agar mengeluarkan bunyi sebelum akhirnya para pemain lainnya bersembunyi. Dengan begitu, olahraga ini disebut Sepak Tekong. Tekong artinya benda ringan yang berbunyi ketika disepak.

3. Jemparingan
Jemparingan atau panahan tradisional awalnya digunakan untuk melawan musuh ketika terjadi peperangan. Seiring berjalannya waktu, makna Sepak Tekong mengalami perubahan dan perkembangan.

Kini, Jemparingan dijadikan sebagai alternatif olahraga panahan karena memiliki konsep yang menarik, yaitu silaturahmi. Bahkan, Jemparingan termasuk ke dalam sunah nabi.

4. Karapan Sapi
Karapan Sapi merupakan salah satu olahraga unik yang berasal dari Pulau Madura. Biasanya akan ada dua pasang sapi yang siap bertanding. Dari satu pertandingan, terdapat 4-5 ronde tergantung pada jumlah pasangan sapi yang mengikuti.

Setiap pasang sapi akan berlari setidaknya dua kali dalam pertandingan dengan arena lapangan sepanjang 130 meter. Setelah ronde pertama dilaksanakan, tarikan dibagikan menjadi dua golongan, yakni golongan atas dan golongan bawah. Pada dua pacuan terakhir dan akhir peristiwa Karapan Sapi, ada 6 pasang sapi yang akan diumumkan sebagai pemenang.

5. Sepak Bola Api

Sepak Bola Api merupakan salah satu olahraga tradisional yang dapat ditemui di berbagai wilayah di Indonesia. Olahraga ini memanfaatkan alat-alat sederhana yang tersedia dari alam. Seperti kelapa tua yang dibentuk bulat kemudian direndam dalam minyak tanah selama semalam.

Pada umumnya, bola api yang telah direndam dengan minyak tanah itu akan dibakar. Para pemain akan berlomba-lomba menggiring bola tersebut untuk dimasukkan ke dalam gawang lawan hingga mencetak gol. (red.IY)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News