Breaking News

Pembunuhan Ibu-Anak di Subang gegara Tak Beri Uang Rp 30 Juta

 

Denpasar, penanasionalnews.co.id  – Pembunuhan ibu dan anak di Subang, Tuti dan Amalia Mustika Ratu alias Amel, akhirnya menemui titik terang. Motif pembunuhan yang dilakukan Yosep Hidayah, suami Tuti sekaligus ayah kandung Amel terungkap.


Yosep tega menghabisi nyawa istri dan anaknya diduga dipicu karena penolakan permintaan uang sebesar Rp 30 juta. Permintaan itu ditolak korban hingga membuat Yosep naik pitam dan tega menghabisi nyawa kedua keluarganya.

"Jadi Yosep ini meminta uang sekitar Rp 30 juta ke Amel. Namun, Tuti sempat menghalangi sehingga ada diduga ada niat buruk yang dilakukan oleh Yosep," kata Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Surawan, Senin (27/11/2023).

Yosep mempraktikan 95 adegan rekonstruksi pada Rabu (22/11/2023). Sebelum menghabisi nyawa istri dan anaknya, Yosep ditengarai sudah merencanakan aksi pembunuhan itu. Sebab, Yosep meminta bantuan kepada Danu saat keduanya mengobrol di warung pecel lele.

"Mulai dari warung pecel lele Yosep yang meminta bantuan terhadap Danu untuk menjalankan aksinya hingga tadi adegan di lokasi kejadian," katanya.

Sadisnya lagi, Yosep begitu keji mengeksekusi nyawa istri dan anaknya menggunakan golok dan stik golf. Itu terlihat setelah Yosep memeragakan sendiri bagaimana kekejiannya dilakukan kepada Tuti dan Amel pada malam kejadian.

Menurut Surawan, kedua korban tewas akibat mengalami luka berat pada bagian kepala. Berdasarkan keterangan dokter, hasil autopsi telah menguatkan golok dan stik golf yang digunakan Yosep untuk mengeksekusi korbannya.

"Yosep melakukan pemukulan menggunakan golok setelah itu lanjut menggunakan stik golf. Yosep pun meminta bantuan Danu dan tiga tersangka lainnya untuk menjalani niat buruk itu," ucapnya.

"Berdasarkan keterangan dokter saat itu, kedua korban tewas karena jaringan otaknya ada yang terhenti," ungkap Surawan menambahkan.

Stik Golf Renggut Nyawa Tuti Amel
Surawan menyampaikan dari hasil rekonstruksi yang dilandasi dengan keterangan tersangka Danu, bahwa Yosep terlebih dahulu membunuh Tuti. Selepas itu, Yosep langsung mengeksekusi Amel dengan menggunakan alat yang sama.

"Yang dieksekusi duluan Bu Tuti abis itu baru Amel. Golok dan stik golf dipakai oleh Yosep. Untuk stik golf sudah kami amankan menjadi barang bukti sementara golok kami masih mencari keberadaannya," ucapnya.

Selain itu, Surawan memastikan pihaknya telah meminta tersangka Yosep untuk melakukan rekonstruksi. Tawaran tersebut pun diterima dan Yosep bersedia untuk memperagakan langsung.

"Iya hari ini kami melakukan rekonstruksi dengan total adegan ada sekitar 95 adegan. Tadi kami menghadirkan tersangka Danu sama Yosep, sebelumnya kami minta untuk mengikuti rekonstruksi dan dia (Yosep) bersedia," ujar Surawan kepada wartawan.

Seusai rekonstruksi, bantahan dilayangkan kuasa hukum Yosep, Fajar Sidik. Fajar mengatakan bahwa rekonstruksi yang digelar polisi tersebut hanya berlandaskan dengan keterangan tersangka Danu, termasuk saat adegan Yosep yang membantai kedua korban menggunakan stik golf dan golok.

"Ya itu kan semua berdasarkan keterangan Danu saja, dan Pak Yosep memang tidak mengakui semua itu termasuk mengeksekusi kedua korban menggunakan stik golf atau golok yah. Yang jadi pertanyaan kan awal ramainya katanya menggunakan golok terus sekarang stik golf muncul jadi kelihatannya tidak konsisten aja begitu apa yang disampaikan oleh Danu," ujar Fajar saat dikonfirmasi.

Menurut Fajar, Yosep sendiri memang memiliki hobi bermain golf. Oleh sebab itu, kliennya tentu memiliki peralatan bermain golf seperti stik golf.

"Pak Yosep memang mempunyai alat-alat stik golf karena hobinya itu bermain golf kan, ya jadi otomatis kan ada alat buat bermain golf di rumahnya Pak Yosep," katanya.

Bukan hanya itu, Fajar memberikan alasan bahwa kliennya mau mengikuti proses rekonstruksi pembunuhan yang terjadi pada 18 Agustus 2021. Fajar menuturkan bahwa Yosep hanya ingin mengetahui alur cerita yang berasal dari keterangan Danu. 

"Pak Yosep bersedia memang kemarin untuk mengikuti rekonstruksi dari awal hanya untuk mengetahui apa sebenarnya cerita Danu yang terjadi pada 17 Agustus 2021 lalu, dan Pak Yosep ingin mengetahui seperti apa. Itu Pak Yosep tidak bisa apa-apa dan bingung karena itu kan hanya berdasarkan keterangan Danu," ucapnya.

Meski bersedia mengikuti rekonstruksi, Yosep pun tetap membantah akan semua alur rekonstruksi yang hanya berlandaskan satu orang saksi yang telah menjadi tersangka.

"Dari rekonstruksi ini nanti dalam catatan berita acaranya adalah menolak semua yang dikarang oleh Danu nanti dalam BAP-nya. Semua keterangan Danu yang di BAP terus yang di rekonstruksi kan kemarin itu dibantah semua," pungkasnya. (red.IY)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News