Breaking News

Pemilihan Ketua KONI Sumsel Rawan Ricuh, Polisi Kerahkan Pengamanan 2 Lapis

 

Palembang, penanasionalnews.co.id  – Polrestabes Palembang mengerahkan pengaman dua lapis saat pemilihan ketua KONI Sumsel. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kericuhan seperti yang sempat terjadi saat masa pendaftaran.

"Dalam mengamankan pemilihan ketua KONI Sumsel yang sempat ricuh saat pendaftaran kemarin, maka saat Musprovlub digelar 29-30 November malam ini dan besok pagi kami menurunkan sebanyak 83 personel, ini lebih banyak dua kali lipat dari biasanya," kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono Rabu (29/11/2023) malam.

Harryo menjelaskan 83 personel yang diterjunkan untuk mengamankan pemilihan ketua KONI Sumsel ini terbagi dari anggota Samapta, Intel, dan Reserse Polrestabes Palembang.

"Anggota pengamanan dibagi menjadi dua shift untuk Musprovlub digelar 29 November malam ini kami keluarkan setengah kekuatan sebanyak 20 Anggota, 10 menggunakan pakaian dinas yang berjaga di luar ruangan dan anggota berpakaian bebas berjaga di dalam memantau acara," ujarnya.

"Kemudian saat hari puncanya besok 30 November kami kerahkan semua pengamanan untuk mengamankan acara pemilihan ketua KONI, " sambungnya.

Harryo menambahkan langkah ini diambil guna menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

"Saya harapkan pemilihan ketua KONI Sumsel berjalan aman dan lancar tanpa ada kericuhan yang terjadi, " ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, hanya 2 bakal calon ketua KONI Sumatera Selatan (Sumsel) 2023 - 2027 yang akhirnya mengembalikan formulir pendaftaran. Keduanya adalah Muhammad Asrul Indrawan dan Yulian Gunhar, mereka datang dengan membawa uang Rp 500 juta sebagai syarat pendaftaran.

Muhammad Asrul Indrawan tiba lebih awal, pukul 22.27 WIB. Kedatangan Ketua ADO (Aliansi Driver Online) Sumsel ini diiringi puluhan driver ojek online (Ojol) ke Kantor Sekretariat TPP (Tim Penyaringan dan Penjaringan) Musprovlub di KONI Sumsel.

Sementara Yulian Gunhar tiba di Kantor KONI tepat pukul 23.00 WIB. Sejumlah orang juga tampak hadir mengiringinya. Sesuai persyaratan, selain terpenuhi syarat 30 persen dukungan masing-masing dari cabang olahraga (Cabor) dan KONI 17 kabupaten/kota di Sumsel, calon juga diminta menyerahkan biaya pendaftaran senilai Rp 500 juta.

"Sesuai kesepakatan pencalonan, harus menyertakan uang keseriusan," ujar Ketua TPP (Tim Penyaringan dan Penjaringan), Widodo Sigit Pudjianto, Senin (27/11) malam. (red.IY)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News