Breaking News

Buruh Proyek di Denpasar Tewas Seusai Sempat Mengeluh Sesak Napas

 

Denpasar, penanasionalnews.co.id  – Seorang buruh bangunan bernama Adi ditemukan tewas di gazebo rumah di Jalan Sedap Malam, Kelurahan Kesiman, Denpasar, Bali, Sabtu dini hari (2/12/2023). Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Adi sempat mengeluh sesak napas.


"Saat itu korban berada di lokasi proyek mengeluh sesak napas. Saksi (Yanto) kemudian menghubungi pemilik proyek," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/12/2023).

Sekitar pukul 02.30 Wita, Adi awalnya berada di lokasi proyek di Jalan Kepaon Indah, Gang Biawak Nomor 40, Kota Denpasar. Ketika itu, ia mengeluh sesak napas kepada kepala tukang bernama Agus Hariyanto (36).

Yanto kemudian menghubungi pemilik proyek bernama I Gusti Ngurah Hari Pawitra (38) dan memberi tahu bahwa Adi sedang sesak napas. Pemilik proyek pun menyarankan agar Adi dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM).

Mendapat saran tersebut, Yanto lantas menyewa taksi online untuk mengantarkan Adi ke RSBM. Mereka kemudian bertemu dengan pemilik proyek di parkiran rumah sakit.

Pemilik proyek sempat menanyakan kartu tanda penduduk (KTP) kepada Adi. Namun, Adi tidak memiliki KTP sehingga tidak jadi berobat.

Pemilik proyek kemudian menyarankan agar Adi dibawa pulang ke rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar. "Setelah tiba di TKP korban berbaring di Gazebo kemudian saksi melihat korban mendengkur," ujar Sukadi.

Saat itu, Adi ditemani oleh Yanto dan pekerja proyek lain bernama Mat. Sekitar pukul 04.30 Wita, Yanto terjaga dari tidurnya dan mencoba membangunkan Adi. Betapa kagetnya dia ketika mengetahui nadi Adi tidak lagi berdenyut. Yanto bergegas memberitahukan kepada pemilik proyek.

Sukadi mengungkapkan Adi meninggal dalam posisi badan tengadah, kepala menghadap ke barat, dan kaki menghadap ke timur. Adi tewas mengenakan celana pendek warna krem dan tidak menggunakan baju.

Menurut Sukadi, Adi datang kepada pemilik proyek sekitar tiga bulan lalu dan meminta untuk ikut bekerja. Pemilik proyek menerima Adi karena kasihan meski sering mabuk dan teriak-teriak di proyek.

"Korban sempat mau dikeluarkan, namun tidak mau. Karena kasihan tetap diajak kerja," terang Sukadi. (red.IY)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News