Breaking News

Semangat Belajar Siswa SMP IT Pancuh Tilu Meski Sekolah Pakai Sandal

  


Cianjur,   penanasionalnews.co.id    - Siswa SMP IT Pancuh Tilu di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur harus berjuang demi pendidikan. Ekonomi keluarga yang sulit membuat mereka tak mampu membeli sepatu hingga ke sekolah hanya beralaskan sandal.

Kondisi ini terlihat saat detikJabar mendatangi sekolah tersebut pada Rabu (6/12/2023). Tampak para siswa berjalan di lorong kelas saat hendak memasuki jam pelajaran. Namun sebagian besar siswa tak mengenakan sepatu melainkan sandal.

Bukannya tak ingin mengenakan sepatu, tetapi kondisi ekonomi keluarga membuat para siswa tersebut tak mampu untuk membeli sepatu sekolah.

"Emang tidak punya sepatu, belum bisa beli," ungkap Riswan, siswa kelas VIII SMP IT Pancuh Tilu, Rabu (6/12/2023).

Riswan dan beberapa teman-temannya yang lain memang harus berjuang menuju ke sekolah. Hanya beralaskan sandal, Riswan Cs menempuh perjalanan yang cukup jauh.

"Setiap hari jalan, pakai sandal dari rumah ke sekolah. Kalau habis hujan, biasanya sandalnya dibuka supaya tidak kotor," ungkapnya.

Riswan pun punya mimpi yang sederhana. Dia ingin bisa ke sekolah memakai sepatu.

"Ingin punya sepatu, sekolah pakai sepatu kaya siswa lain," tuturnya.

Kepala Sekolah SMP IT Pancuh Tilu Ahmad Jamaludin, mengatakan dari total 76 siswa, ada sekitar 43 siswa yang tidak menggunakan sepatu ke sekolah.

Menurutnya pihak sekolah membiarkan para siswa mengenakan sandal lantaran mengetahui kondisi ekonomi keluarga dari para siswa tersebut. Bahkan, lanjut Ahmad, semangat siswa untuk belajar pun sudah sangat diapresiasi.

"Bukannya diizinkan, tapi dengan mereka mau dan semangat sekolah juga sudah luar biasa. Urusan pakai sepatu atau tidak bukan menjadi hal yang utama. Tapi semangat belajar mereka yang harus diapresiasi," kata dia.

Menurutnya selain sepatu, banyak juga siswa yang belum bisa membeli seragam. Sehingga pihak sekolah memberikan bantuan seragam bagi mereka yang kurang mampu.

"Untuk seragam kita berikan gratis. Baik hasil dari saya jualan sapu ijuk ataupun ada donatur yang memberi. Kalau sekolahnya sendiri memang gratis. Tapi memang kami berharap ada donatur yang memberi bantuan sepatu untuk para siswa," pungkasnya.

Sekadar diketahui, SMP IT Pancuh Tilu dibangun oleh Ahmad dari hasil jualan sapu ijuk. Eks guru honorer ini membangun sekolah lantaran merasa prihatin dengan banyaknya anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan karena jarak SMP terdekat yang sangat jauh.(red.al)


0 Komentar

© Copyright 2022 - Pena Nasional News